Mobile Legends, Kartu Media Belajar Alternatif!

1/09/2019 Yusmira Yunus 3 Comments


Menemukan banyak siswa bermain kartu di teras kelas, adalah pemandangan yang mengasikkan bagi guru, betapa siswa sangat menikmati jam-jam istirahat mereka dengan sesuatu yang mereka senangi. Ada yang bersantai duduk sambil mencicipi es krim, berlarian dan bercerita santai. Saya sering penasaran melihat siswa yang sedang asyik bermain kartu di depan kelas, ternyata kartu mobile legend tetap menjadi idola bagi mereka. 

"Bagaimana menggunakan kartu mobile legend itu?" kataku ke siswa.
"Dengan di ces-ces-kan Bu, siapa yang tertutup kartunya, dia kalah, kartu yang tertutup itu akan diambil oleh yang menang, sebagai kemenangan." jawab siswa.

Mikir...

Kumintalah beberapa kartu siswa, ada yang kaget, memajang ekspresi lesuh  dan kecewa, lalu duduk bersandar di tempok teras kelas lantai dua. Saya tersenyum,mengumpulkan beberapa kartu dan pergi meninggalkan mereka dengan senyum kecil.

Bell kelas berdering! Pelajaran Matematika di BAB 1 Tentang Kubus dan Balok dimulai di jam pertama tiap hari Selasa.



Taraaaa,...

Inilah hasil jarahan saya, hhehehe...bukan, ini bukan jarahan, ini saya gunakan sebagai media belajar untuk mengenalkan kembali atau merefresh kembali ingatan siswa tentang sifat dan ciri-ciri kubus dan balok memasuki materi inti tentang keterampilan mencari volume kubus dan balok. Menurut wikipedia, media belajar adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menjadi perantara antara pengetahuan itu sendiri dengan siswa, dengan tujuan untuk menajamkan pemahaman konsep dasar tentang suatu materi sehinggga dapat menuntun siswa ke ranah pemikiran yang lebih ilmiah. 

Di banyak buku pendidikan dan seminar tentang media belajar atau pembelajaran, menjelaskan bahwa belajar yanng sesungguhnya adalah belajar dengan menghadirkan kondisi sebenarnya/konkrit ke dalam kelas, bukan mengajak siswa menghayal dan menari-nari di atas awan. Sering disebut dengan pembelajaran kontekstual.  


Pada proses pembelajaran kontekstual, diharapkan siswa mengalami sendiri, menemukan sendiri dan mencatat sendiri pola pola/ kesimpulan-kesimpulan yang mereka temukan. Sama halnya seperti mencari jumlah sisi, rusuk dan titik sudut sebuah bangun ruang. Siswa menemukan sendiri bahwa ada 6 sisi yang sama besar pada sebuah kubus dengan menyusun dan membongkar kartu mobile legend tersebut, dan pada balok menemukan bahwa ada sepasang sisi yang selalu sama besar. Ada 8 titik sudut dan 12 rusuk. 

Pengetahuan tidak dapat dipisahkan dengan fakta, para ahli sepakat tentang ini. Untuk  itu diperlukan media belajar karena setiap anak,setiap siswa mempunyai tingkatan proses belajar yang berbeda-beda yang akan menyesuaikan pada situasi belajar yang diciptakan oleh guru.




Ketika siswa memahami konsep dasar sebuah bangun ruang, pemikiran mereka akan lebih muda mencerna konsep konsep pada tingkatan selanjutnya. Maka lebih mudahlah kita, guru mengajarkan siswa tentang cara menghitung volume tanpa bekerja keras menyuruh siswa menghafal rumus volume kubus  dan balok.

Semoga tulisan singkat ini bisa menjadi referensi sebagai pengantar pada awal penanaman konsep dasar matematika pada kubus dan balok. Mengajak guru bahwa media belajar itu tidak harus selalu disediakan sekolah dan mahal, media belajar yang baik adalah media belajar yang murah, mudah dimodifikasi dan banyak ditemukan  disekitar kita.

GURU JANGAN MATI AKAL, TIBA MASA TIBA AKAL JAUH LEBIH BAIK DARIPADA MENGAJAK SISWA BERHAYAL.


Semoga bermanfaat!

3 komentar:

Unknown mengatakan...

Bahanx sederhana tapi rasax mantap...

YUS PEDIA mengatakan...

Hehehehe siap

YusGuruKece mengatakan...

mantap