Teknik Membuat Komik Pembelajaran

1/11/2019 Yusmira Yunus 6 Comments



Sebenarnya, guru akan bosan, apalagi siswa, jika memilih metode belajar yang itu-itu saja.

Metode favorit bagi sebagian guru, ceramah, tanya jawab lalu memberi tugas pertanyaan yang diharapkan dapat dijawab dengan tepat, diperiksa, input nilai lalu bell pun berdering. SELESAI!

Tidak ada yang salah dengan metode tersebut, setiap guru akan tahu mana materi yang cocok dengan metode ceramah  mana yang tidak, mengenali karakteristik mata pelajaran akan sangat membantu guru dalam memilih metode dan teknik belajar yang lebih menyenangkan bagi siswa. Untuk itu, saya terus belajar mempelajari gaya belajar siswa dari hari ke hari, apakah gaya belajar siswa tersebut visual, audiotori, dan kinestetik yang disingkat dengan istilah VAK. Memang tidak ada siswa yang memiliki ciri kuat dari satu gaya belajar, yang ada hanya gabungan dari kedua gaya belajar atau lebih. 


Siswa pembelajar auditori adalah siswa yang belajar dengan mudah ketika mendengar seseorang berbicara atau menjelaskan, mereka akan lebih fokus jika guru memiliki suara yang lantang dan jelas disertai mimik yang menyenangkan. Atau dorong mereka belajar dengan mendengarkan rekaman atau musik.

Bagi siswa pembelajar visual, akan lebih mudah bagi siswa memahami pelajaran jika disajikan bahan belajar berupa gambar, diagram, atlas,  video atau film, pokoknya mereka akan sangat antusias belajar segala sesuatu yangberhubungan dengan komputer dan animasi.

Pembelajar kinestetik adalah siswa yang menunjukkan kecenderungan untuk terus bergerak, lincah dan tidak bisa diam lebih lama di tempat duduknya. Siswa dengan pembelajar kinestetik memiliki kelebihan akan sangat hebat BERCERITA tetapi lemah pada segala sesuatu yang berhubungan dengan TULISAN laporan percobaan dan membuat cerita pendek tiga paragraf. 

Mengamati bahwa kebanyakan siswa saya adalah pembelajar kinestetik visual maka saya mencoba mengasah kemampuan mereka dalam membuat komik pembelajaran sebagai cara lain agar siswa yang tidak pandai membuat laporan atau menulis cerita singkat, akan lebih menyenangi proses menulis.



Apa itu Komik?


Komik adalah seni menulis yang dilengkapi dengan gambar-gambar sebagai penguatan yang disusun sedemikian rupa sehingga terbentuk sebuah cerita yang utuh untuk menyampaikan pesan baik bagi seseorang atau masyarakat. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KKBI), komik adalah suatu cerita bergambar yang sifatnya mudah dicerna dan lucu.

Lalu, bagaimana teknik membuat komik dalam pembelajaran?

Dalam membuat komik pembelajaran, berikut teknik atau langkah-langkahnya:

1. Tentukan materi apa yang akan dibuatkan komik.

2. Bersama siswa diskusikan/ tentukan karakter apa yang akan mereka gunakan, lengkap dengan latar suasana/tempat dan waktu.

3. Tunjukkan contoh beberapa komik hasil karya teman-temannya tahun lalu

4. Gunakan pensil untuk menggambar objek yang kita inginkan, sehingga mudah dihapus jika ada perbaikan. 

5. Gambar dan tulislah percakapan pendek dari karakter yang diinginkan.



Membuat komik memang tidak mudah, siswa yang memiliki bakat dan terus berlatih, akan menemukan jalannya sendiri. Kita seringkali dibuat kagum dengan hasil karya siswa yang bagus dan diluar dugaan. Banyak dari kita menjudge siswa bahwa mereka tidak bisa membuat komik, ini susah, gambar mereka jelek, tarikan garisnya terlalu kasar dan tak terbentuk. Tapi tak apalah sebagai awal yang baik daripada tidak ada hasil sama sekali di buku gambarnya. 

Komik pembelajaran hanya satu dari banyak teknik menulis kreatif yang mendorong kesukaan siswa pembelajar kinestetik dalam menulis. Guru tidak boleh mati ide, teruslah bergerak dan berpikir bahwa setiap siswa itu unik dan istimewa.

Siswa memiliki bakatnya sendiri!

Semoga bermanfaat! 



6 komentar:

Mugniar mengatakan...

Waah bakal diulas semua teknik/metode, ibu guru?

YUS PEDIA mengatakan...

Hehehehe pelan pelan kak....panas kepalaku menulis. Hahhaha padahal pendeknya ji. Heheheh

Irma Suryani mengatakan...

Keren kak.. Semangat terus nulisnya...

YUS PEDIA mengatakan...

Makasih dinda

Unknown mengatakan...

Jgn berhenti berkreasi,dinda.

yusmira yunus mengatakan...

Makasih kak