Sarjana Keguruan Adalah Calon Istri yang Tepat Berdasarkan 6 Fakta Ini.

5/07/2019 Yusmira Yunus 0 Comments

Sumber : Pixabay


"Tukisan ini adalah sekuel untuk tulisan tentang 15 alasan mengapa Cowok Teknik Sipil Pantas Dijadikan Jodoh."

Kami paham benar dengan yang namanya fondasi, baik fondasi bangunan maupun fondasi hubungan. www.idntimes.com

Menemukan tulisan di atas memantik tawa saya di depan suami. Artikel manis yang ditulis oleh anak sipil yang pastinya paling manis (kata cewek yang suka sama dia). #Eh

Sebagian besar saya setuju dengan 15 point penting yang telah disebutkan, saya tambahkan satu lagi yah biar imbang, anak sipil itu rata-rata anaknya cerdas hanya saja selesainya ditambah beberapa bulan dikit, bukan karena malas tetapi mereka suka belajar  dan mengabiskan beberapa semester untuk menjalankan hobi-hobinya. Mengenai soal perhatian sih yah, aku sih yes

Meskipun penilaian ini bersifat subjektif tetapi hal yang paling penting adalah mengenal “siapa” dengan baik calon jodoh kita.
Beberapa pengamatan dan wawancara langsung dengan beberapa narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya (ala-ala berita), perempuan yang paling tepat untuk dijadikan teman calon istri itu adalah cewek-cewek yang kuliahan di jurusan keguruan atau sarjana keguruan. 

Kami paham benar yang namanya cinta yang tulus, Siswa kami pun, kami sayangi, masa kamu tidak?

Dibalik kelembutan kami, kami bukan perempuan manja yang bisanya hanya bergantung dengan suami, kami perempuan mandiri, kuat  dan memiliki hati seluas samudera. 

Sumber: Pixabay
Di bawah ini beberapa fakta tentang sarjana keguruan. Simak, Yuk!
1.      Rata-rata ekpresi wajah sarjana keguruan itu “Menenangkan”

Cewek yang  rerata kuliah di jurusan keguruan adalah gadis dengan wajah yang menenangkan. Mengapa demikian? Karena yang dihadapai nanti selepas kuliah adalah para anak didik yang masih lugu dan lucu. Anak-anak yang membutuhkan perhatian dan bimbingan yang baik. Memiliki raut wajah yang mudah masam tergantung suasana hati dan galak sepertinya tidak cocok bergelut di dunia pendidikan. Dunia ini membutuhkan jutaan kelembutan, terlebih kelembutan dan ketenangan hati menghadapaimu wahai calon ayah dari anak-anakku. #Eh… .

2.      Sarjana keguruan itu SABAR

Memiliki kesabaran adalah salah satu syarat menjadi guru. Kesabaran yang akan dijalani adalah kesabaran yang akan terus dilatih dalam lingkungan pendidikan terlebih di lingkungan sekolah. Karakter siswa yang berbeda-beda dalam kelas dengan segala tingkah lakunya yang berubah-ubah mendorong seorang guru untuk terus bersabar. Menghadapi siswa saja kami harus bersabar apalagi menghadapaimu. 

3.      Sarjana keguruan pandai menyusun “Rencana”

Sebagai sarjana Keguruan, kita terlatih menyusun rencana kerja semester, tahunan bahkan  rencana pembelajaran di kelas setiap hari. Saat membelajarkan siswa, membuat RPP atau dikenal dengan Rencana Persiapan Pembelajaran adalah hal yang wajib guru  kerjakan. Jadi jangan ragu memilih guru sebagai pendamping hidup, pikiran dan persiapan kami dalam mengurus rumah tangga akan jauh lebih mapan. Setuju?

4.      Sarjana keguruan pasti penyayang

Memiliki sifat penyayang adalah salah satu sifat yang dimilki oleh seorang guru. Guru yang penyayang akan disayangi oleh siswa-siswanya. Dengan memberi siswa rasa sayang dan perasaan nyaman, ini menjadi motivasi yang kuat untuk membantu siswa menjadi lebih baik dan mengerjakan tugas-tugasnya dengan sempurna. Siswa kami pun kami sayangi, masa kamu tidak?

5.      Sarjana keguruan, orangnya pemaaf

Memiliki pasangan yang pemaaf adalah harapan bagi setiap orang yang menjalani kehidupan rumah tangga. Manusia tempatnya salah dan khilaf. Memiliki seseorang yang pemaaf dan menerima kekurangan kita adalah pasangan ideal. Hati seorang guru seluas samudera, jangankan kesalahan siswa, dimarahi kamu saja kami maafkan!

6.      Sarjana keguruan suka belajar

Berdiskusi dengan orang yang memiliki wawasan luas lebih seru dan mengasyikkan. Banyak hal yang dapat didiskusikan soal rencana masa depan. Sarjana keguruan adalah orang-orang yang selalu memiliki motivasi untuk belajar  dan gampang beradapatasi terhadap perubahan. Apalagi belajar tentang menjadi ibu dari anak-anak kamu! J


Sumber: Pixabay


Memiliki karir sebagai guru dan mengabdi di dunia pendidikan adalah salah satu pilihan dari banyak profesi yang baik dan mempunyai nilai di tengah masyarakat. Bagi Kami, sarjana keguruan, selain mengabdi kepada masyarakat kami juga dituntut menjadi pribadi yang baik dan menjadi teladan di masyarakat. Menjadi guru sejatinya bukan beban, guru adalah pelita bagi kegelapan di tengah derasnya gempuran budaya negatif. Guru ibarat salah satu kompasnya. 

Meskipun penilaian ini bersifat subjektif tetapi hal yang paling penting adalah mengenal “siapa” dengan baik calon jodoh kita.



Semoga tuisan ini sedikit memotivasi!

0 komentar: